Program Gebyar Klasik untuk Atasi Stunting dan Miskin Ekstrem Digelar di Kecamatan Leuwidamar

BANTEN – KABARDAERAH.COM

Lebak – Pemerintah Kecamatan Leuwidamar, kabupaten Lebak, Banten Mengelar Kolaborasi Lebak Atasi Stunting, Inflasi dan Kemiskinan Ekstrem dengan tema “Gebyar Klasik” secara Serentak, Rabu 22 Mei 2024.

Kegiatan tersebut melibatkan lintas perangkat daerah di kabupaten Lebak, pelaku usaha dan lintas strategis secara terpadu dan terintegrasi.

“Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan sehingga acara ini bisa terselenggara. Gebyar Klasik disupport kurang lebih 10 perusahaan yang memberikan bantuan terkait penanganan Stunting dan kemiskinan ekstrem,” kata Camat Leuwidamar H. Arsid, S.Sos.,M.Si..

Lebih lanjut,”progam ini merupakan program strategis untuk mengurangi dan mencegah Stunting dan membantu keluarga yang miskin ekstrem, semoga program ini berkelanjutan kedepan, dan tidak ada lagi Stunting khususnya di kecamatan Leuwidamar ini,” harapnya.

“Acara ini kami undang warga masyarakat dari 2 desa, yakni desa Nayagati dan Cibungur sebanyak 100 orang, dan ini merupakan pemberian sembako, pemeriksaan ibu hamil, suntuk KB dan lain-lain secara simbolis, yang sebenarnya 488 orang penerima program Stunting dan miskin ekstrem yang nantinya akan dibagikan oleh tiap-tiap desa,” pungkas Camat Leuwidamar.

Dede Kepala Puskesmas Cisimeut mengatakan,”yang termasuk anak yang terdampak Stunting adalah anak berusia dibawah 5 tahun dimana antara umur, berat badan dan tinggi badan tidak normal, maka hal tersebut masuk dalam golongan Stunting,” terang Kapus Cisimeut.

Di tempat terpisah, PJ. Bupati Lebak Iwan Kurniawan mengatakan, upaya penanganan Stunting dilakukan setiap saat. KLASIK jadi satu dari keseluruhan rangkaian penanganan Stunting.

“Tahun ini kami alokasikan anggaran Rp.184,580 milyar yang dipergunakan melalui strategi intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif,” katanya.

Upaya penanganan stunting pada tahun ini dilakukan secara massif dengan melibatkan 18 perangkat daerah melalui 33 program, 44 kegiatan dan, 90 sub kegiatan.

“Dengan keterpaduan penanganan stunting, kita berharap kedepannya bisa bersama-sama mengatasi permasalahan stunting demi generasi mendatang yang lebih baik,” harap Iwan.(Yans)