Jalan Poros Desa Cisimeut-Nayagati-Pasir Nangka Butuh Perhatian Lebih dari Pemerintah Pusat dan Provinsi

BANTEN – KABARDAERAH.COM

Lebak – Jalan Poros desa merupakan jalan yang sangat indah vital dalam penghubung dua wilayah desa atau lebih yang berdampak pada interaksi sosial, ekonomi, lalu-lintas, kesehatan dan berbagai dampak dari segala sektor untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakat.

Desa Cisimeut, kecamatan Leuwidamar, kabupaten Lebak merupakan sebuah desa yang banyak terhubung ke berbagai desa diantaranya desa Nayagati, kecamatan Leuwidamar dan desa Pasir Nangka kecamatan Muncang yang notabene jalan-jalan poros desanya masih belum layak pakai yang panjangnya sekitar 25 Kilometer.

Warga masyarakat pun berharap kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi agar dapat membantu terlaksananya pembangunan jalan poros desa sepanjang 25 Kilometer tersebut yang menghubungkan 3 desa, yakni desa Cisimeut, Nayagati dan Pasir Nangka, maka sangatlah perlu pembangunan jalan poros desa tersebut.

Mengingat desa Cisimeut sangat luas dan letak geografis yang strategis sudah selayaknya infrastruktur atau jalan poros desa segera dibangun.

Dengan bisa terbangunnya jalan poros desa yang sudah ada tentunya sangat berdampak yang signifikan bagi peningkatan ekonomi, mempercepat waktu transfortasi yang tentunya menekan ongkos mobilisasi atau kendaraan karena kelancaran pengendara.

Seperti mobilisasi hasil kebun dan pertanian amat sangat mudah dengan layaknya jalan poros desa terbangun, yang tentunya akan mendorong tingkat perekonomian warga masyarakat.

Namun jalan poros desa yang sudah ada sekarang belum lah cukup, masih sekitar 25 Kilometer yang belum terbangun

Suhedin (Eding) Kepala desa Cisimeut, kecamatan Leuwidamar saat dikonfirmasi awak media terkait masih banyak jalan poros desa yang belum dibangun mengatakan,” memang benar desa Cisimeut terhubung pada dua desa dan Alhamdulillah jalan poros desa ada yang sudah dibangun menggunakan dana desa, akan tetapi itu semua tidak akan cukup untuk membangun jalan poros desa yang lain menggunakan dana desa,” jelasnya.

“Saya dan seluruh warga masyarakat berharap pemerintah Pusat dan Provinsi agar terus membantu terciptanya pembangunan jalan poros desa yang belum dibangun,” ungkapnya.

Saat awak media meninjau lokasi-lokasi jalan poros desa yang lain kondisinya sangat memprihatikan dan perlu dorongan dan bantuan pemerintah Pusat dan Provinsi supaya dapat mengalokasikan anggaran untuk jalan poros desa yang dipandang sangat perlu dan memprihatinkan.

Demi pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat desa, jalan Poros desa merupakan kebutuhan primer bagi keberlangsungan kehidupan di desa, lantaran desa merupakan sumber hasil bumi, hasil kebun dan hasil pertanian yang tentunya dapat dirasakan ke penjuru pelosok tanah air.

Maka sepantasnya Jalan yang merupakan sarana transfortasi perlu dibangun atau ditingkatkan demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia. (Red)