Beranda HEADLINE Cinta Ditolak, Motif ER Memperkosa dan Membunuh Siti

Cinta Ditolak, Motif ER Memperkosa dan Membunuh Siti

74
BERBAGI

Banten.Kabardaerah.com – Polres Serang berhasil menangkap pelaku pembunuhan Siti Marhatusolihat (18) warga Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang.

Pelaku ternyata adalah adik kelas korban di SMA yaitu ER (17) yang patah hati karena cintanya ditolak oleh korban. Selain ER ikut ditangkap 3 pelaku lain yang diduga ikut membantu ER saat membunuh Siti.

Setelah jasad Siti ditemukan warga, awalnya ER berniat melarikan diri ke Jakarta, namun aparat kepolisian berhasil mengamankan yang bersangkutan di Terminal Pipitan.

Sementara tiga pelaku lain yang ikut membantu ER saat membunuh dan memperkosa korban, diamankan di tempat berbeda di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang. Akibat aksinya para pelaku diancam dengan Pasal 338 dan Pasal 339 dengan ancaman maksimal hukuman 20 tahun sampai seumur hidup.

Kapolres Serang AKBP Wibowo di Mapolres Serang, Jumat (15/12) mengungkapkan pelaku ER rupanya menaruh hati kepada korban. Menurutnya pembunuhan tersebut bermula pada Kamis 30 November 2017 pukul 20.30 WIB korban bertemu dengan pelaku.

Malam kejadian pelaku ditemani dua orang rekannya berisial DS (23) dan R (30). Pelaku ER menyatakan cintanya kepada korban saat itu. Mendengar ucapan pelaku, korban menolak cinta pelaku. Merasa patah hati dan malu, pelaku langsung naik pitam dengan menarik korban.

“Pelaku dan dua rekannya menyeret korban ke pinggir sungai. Di sana korban diperkosa oleh pelaku ER. Dua orang rekannya yakni DS (23) dan R (30) memegangi tangan dan kaki korban,” kata Kapolres. Korban sempat berontak dan mencoba berteriak meminta pertolongan warga. Pelaku ER kemudian membenturkan kepala korban ke batu yang ada di pinggir sungai.

Tidak hanya itu, kepala korban pun sempat ditenggelamkan ke dalam sungai hingga meninggal dunia oleh pelaku. Korban mengalami retak pada tengkorak belakang, patah pada rahang dan tulang hidung. Tidak berhenti di situ, pelaku lagi-lagi menyetubuhi jasad korban yang sudah tak bernyawa.

“Padahal korban sudah meninggal tapi pelaku masih menyetubuhi korban,” jelas Kapolres didampingi Kasat Reskrim Polres Serang AKP Gogo Galesung.

Untuk menghilangkan jejak kejahatan, para pelaku dibantu RD (28) yang baru datang kemudian berupaya mengubur korban dengan cara menenggelamkan tubuh korban ke dalam sungai Cibongor. Tubuh korban ditelentangkan ke dalam air kemudian dipalang dengan bambu supaya jasad tidak menyembul ke permukaan air.

Sejak saat itu korban tidak pulang ke rumah. Keluarga korban sudah melaporkan kejadian kehilangan anggota keluarganya sejak tanggal 1 Desember 2017 lalu kepada pihak Polsek Cikeusal.

Pesan singkat terakhir yang dikirim melalui ponsel korban mengatakan bahwa korban sedang main di rumah teman. Disusul pesan singkat berikutnya bahwa korban sedang berada di Serang main bersama temannya. Dari situlah tidak ada lagi kabar mengenai korban.

Ada yang ganjil dengan pesan singkat yang dikirimkan korban kepada orangtuanya. Korban menggunakan kalimat, “Mah aku main sama teman ke Serang dulu”, padahal korban tidak pernah menggunakan kata “aku” untuk menyebut diri sendiri. Korban yang merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara biasanya menggunakan kata “dede” untuk menyebut diri sendiri.

“Hingga setelah seminggu, debit air naik akibat curah hujan akhirnya jasad korban timbul ke permukaan. Saat itulah warga menemukan korban pada tanggal 13 Desember 2017,” terang Kapolres.

Penemuan jasad korban tersebut sangat identik dengan ciri-ciri korban yakni mengenakan kaos putih saat meninggalkan rumah dan mengenakan cincin yang sama dengan milik korban.

(Jaya)